Lembut,
manis, selalu
hangat & baru.
Sejak lima tahun lalu Ibu bangun pukul empat pagi untuk menanak bubur sumsum dari tepung beras pilihan, gula merah Kebumen, dan santan kelapa segar. Kami hanya melanjutkan apa yang sudah ada — dengan ojek, dengan cinta.
Bubur yang mengingatkan kita pada rumah.
Setiap mangkuk dimulai sebelum matahari terbit. Tepung beras yang sudah direndam semalaman, santan dari kelapa yang baru diparut, gula merah pekat yang dimasak perlahan dengan daun pandan — semua dikerjakan tangan, sebagaimana nenek dulu mengajari.
Tidak ada jalan pintas. Tidak ada pengawet. Tidak ada rahasia selain kesabaran. Bubur sumsum yang baik harus lembut tetapi punya tubuh, manis tetapi tidak menusuk, hangat sampai ke dada.
Itu sebabnya kami antarkan hari yang sama — supaya rasanya sampai ke meja Anda persis seperti waktu pertama kali dituang dari panci.
sejak 14 Mei 2018.
Ritual tiga langkah sederhana.
untuk dinikmati segera.Tuang ke mangkuk
Pindahkan bubur ke mangkuk keramik favorit Anda. Jangan tergesa.
Hangatkan sebentar
Jika dingin, panaskan 60 detik di atas api kecil — sambil aduk perlahan supaya santan menyatu kembali.
Siram kuah gula
Tuang kuah gula merah hingga membentuk genangan kecil, lalu siram santan. Nikmati sebelum dingin.
Yang mereka rasakan.
dari ratusan pesanan setiap minggu.Persis seperti yang dibuat almarhumah nenek saya di Solo. Saya menangis di gigitan pertama.
Sampai masih hangat, kuah gulanya pekat, santannya tidak amis. Sempurna untuk sarapan akhir pekan.
Saya pesan paket keluarga setiap Sabtu pagi. Anak-anak sudah menunggu di depan pintu.
Semua bubur, diantar hangat.
Pesanan tercatat.
Ibu akan mulai memasak segera. Anda akan menerima pesan WhatsApp begitu kurir berangkat.