Vol. 1 — Resep Ibu est. Bandung, 2018

Lembut,
manis, selalu
hangat & baru.

Sejak lima tahun lalu Ibu bangun pukul empat pagi untuk menanak bubur sumsum dari tepung beras pilihan, gula merah Kebumen, dan santan kelapa segar. Kami hanya melanjutkan apa yang sudah ada — dengan ojek, dengan cinta.

tepung beras pilihan kuah gula Kebumen santan kelapa segar
№ 01 — Asal Mula

Bubur yang mengingatkan kita pada rumah.

Setiap mangkuk dimulai sebelum matahari terbit. Tepung beras yang sudah direndam semalaman, santan dari kelapa yang baru diparut, gula merah pekat yang dimasak perlahan dengan daun pandan — semua dikerjakan tangan, sebagaimana nenek dulu mengajari.

Tidak ada jalan pintas. Tidak ada pengawet. Tidak ada rahasia selain kesabaran. Bubur sumsum yang baik harus lembut tetapi punya tubuh, manis tetapi tidak menusuk, hangat sampai ke dada.

Itu sebabnya kami antarkan hari yang sama — supaya rasanya sampai ke meja Anda persis seperti waktu pertama kali dituang dari panci.

— Ibu Ning
Pendiri & juru masak,
sejak 14 Mei 2018.
№ 03 — Cara Menyajikan

Ritual tiga langkah sederhana.

untuk dinikmati segera.

Tuang ke mangkuk

Pindahkan bubur ke mangkuk keramik favorit Anda. Jangan tergesa.

Hangatkan sebentar

Jika dingin, panaskan 60 detik di atas api kecil — sambil aduk perlahan supaya santan menyatu kembali.

Siram kuah gula

Tuang kuah gula merah hingga membentuk genangan kecil, lalu siram santan. Nikmati sebelum dingin.

№ 04 — Suara Pelanggan

Yang mereka rasakan.

dari ratusan pesanan setiap minggu.
Persis seperti yang dibuat almarhumah nenek saya di Solo. Saya menangis di gigitan pertama.
Maya P. ★★★★★
Sampai masih hangat, kuah gulanya pekat, santannya tidak amis. Sempurna untuk sarapan akhir pekan.
Reza S. ★★★★★
Saya pesan paket keluarga setiap Sabtu pagi. Anak-anak sudah menunggu di depan pintu.
Devi A. ★★★★★